Senin, 05 Desember 2016

Petroleum-Indonesian Black Gold, importer to exporter? Possible!


Tracing indonesia?
Investigating indonesia?
Interesting!
Yeah, this special topic is dicussing about Petroleum in indonesia.
Petroleum world is one of special thing correlated with natural resources-"Black Gold"
What happen on earth? People don't know it yet?
Hm, it is contovesial or not, maybe still stuck and live in silent mode of pleasurable, tasteful or whatever it is with the same meaning. Whole angle of world need this what idiom called as "Black Gold".

Due to the fulfilling necessity, in which position supplier or consumer Indonesia is both of them. There are so many petroleum refinery spread over indonesia from Sabang to Merauke with vary of quality, size, manajement, supply chain manajememt up to the consumer.
Somehow, there is a controversion though indonesia in technically force  a beneficially rules internally and in every consideration based on citizens prosperity.
Why do we import fuel oil for supply?
Well, it has a chain of educational reason in indonesia relate to the contextual maintenance matter-refinery unit with all of the components . The fee of doing facilitation support comparisoned with the amount of citizens necessity is producing unstable comparation that it is compulsion bigger than.
Hmm, very problem has its solution no matter how hard the rules are. Spelled before that it is correlated to educational topic or human resource is increasing year by year, could be regenerate the supply chain from impor to export and become the main expatriat in Petroleum world.
We have our own technology, with mentally revolutioneth bravely piercing destination what have to become. Related aspecs as the partner of natural resources organization could be the fondational things and create a revolution.



Big Spirit from Petroleum World!

Hello reader..
Those kind of argumentation text.
How's yours? Have an idea to take a part for Indonesia's betterment?

Minggu, 04 Desember 2016

🍛Bak Penyedap Rasa? - Enak, Akan Lekang Pada Waktunya

Jika saja perkataan tidak begitu mudah meracun
Andai saja hakim ulung tidak mempersenjatakannya
 Haduh...
Ini persoalan cukup viral yang tak setiap orang teliti memahaminya. Karena memang terlihat biasa.
Begitulah adanya..
Terkadang, kepelikan sebuah masalah hanyalah secuil persoalan yang menjadi besar karena terpupuk dengan omongan berantai yang memanjang sampai sana sini. Bisa jadi, tidak juga sama dengan sumbernya. Ada banyak hal yang mendasari persoalan mempersenjatai diri dengan perkataan. Terlebih itu teknik paling mudah yang dapat dilakukan.
Katakan saja, ditambah bumbu bumbu penyedap sampai sang penelusur yang terbawa berbagai alasan terbius sedapnya kata dan bumbunya. Bak lidah bertemu kelezatan rasa.
Haduh...
Wah, rasa apa ini! Sudah bak pemburu mendapat rusa rupanya.
Apa yang didengar dari orang lain, apa yang didapat dari orang lain tentang suatu persoalan, apa yang orang lain katakan- tentang suatu hal, seseorang, atau apapun itu. Kerucut akan terbentuk dengan waktu, seberapun dalamnya kebenaran tersembunyi, akan tetap lekang tajamnya hikmah kebenaran yang tak akan tertandingi gejolak untuk meminta keadilan akan diri yang tenggelam. 
Haduh...
Ini nih, kok orang lain mengatakan saya seperti itu? Eh, malah saya beri alasan untuk membela diri. Tidak percaya rupanya.
Begitulah.
Andai diam saja. Yah, tapi berat rasanya, tunggulah.. jika memang itu selimut racun yang membalutmu, engkau adalah penawar yang luar biasa.

Pembaca...
Diatas adalah secuplik ilustrasi konflik batin yang menyertai ketika memiliki kebenaran yang kalah dengan sumber berpenyedap untuk tujuan tertentu.
Atau malah hanya salah memahami.

Jumat, 28 Oktober 2016

YangTerbaik yang Akan Menetap🌹

Ini adalah kutipan dialog sebuah novel yang akan saya buat berjudul
"Yang Terbaik yang Akan Menetap"



"Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", katanya.
"Kau memintaku menanyakan hal ini kepada rumput yang bergoyang?" Sergahku.
"Kau membutuhkan jawaban?" Tanyanya
"Kau, kenapa kau malah memutar balikkan semuanya? Aku hanya butuh jawaban. Apa guna bertanya kepada rumput yang bergoyang. Ia pun terkoyak karena angin yang seakan juga membutuhkan jawaban. Apa pedulinya, anginpun demikian enggan peduli segalanya. Ia hanya menerjang begitu saja", Bantahku dengan nada sedikit meninggi.
"Apa kau meyakini bahwa setiap hal butuh jawaban? Lihatlah ada apa di depanmu, dan dapat kau tanyakan pada mereka, rumput yang bergoyang",Jawabnya.
"Baik, kau boleh katakan apapun, kau boleh analogikan dengan apapun", jawabku.
"Pastikan kau mendapatkan maknanya", balasnya santai.

Berfikir.....
"Tidak semua hal membutuhkan jawaban, tidak ada yang selalu memiliki jawaban, jawaban tidaklah tentu menjadi sebuah penyelesaian, begitulah aku menangkapnya", kataku.

......
"Mengapa kau diam?", tanyaku.
......
"Pertanyaanku berbalik pada pemahaman TANYAKAN SAJA PADA RUMPUT YANG BERGOYANG? Begitukah?", tanyaku memastikan.
"Ya", jawabnya singkat dengan senyum di wajahnya.

Kamis, 08 September 2016

💞HUMILITY💝

               💞HUMILITY💝

Sometimes wonder. Why should people shaking judging each other just because a simple causen. We have an authority to live our life just the way we are. And as a social human we can ensure that we need each other and almost all necessary are the same one. Why should we observed not for a positive things such a caring each other helping each other. Because everyone has their own way to survive and they have their own  personality. That's why we better comprehend as God creation make world as a place with vary of huminity, humility, with all its component.
We know, trouble is like a friend(trouble is a friend-lenka). But from that trouble we instead be pressed to understand what life is and what human rice is.
Where you live your life is where you place your life as His creation with your living rule within.

Manusia adalah makhluk yang wajar jika melakukan kesalahan. Sebab apalah ia, yang tiada mungkin sempurna sebagaimana satu-satunya yang sempurna adalah Sang Pencipta.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Ia Mengincar



IA MENGINCAR
Aku semakin melihat bahwa masa depanku semakin mengincar
Tapi karna ada suatu beban yang menekanku aku menjadi semakin berat untuk melangkah
Tapi aku tahu dan sadar bahwa semua itu hanyalah seperti sebuah batu sandungan yang harus aku lompati
Dengan melompat ataupun jalan,
Itu tergantung pada seberapa kuatnya aku untuk melalui semua ini
Jika aku sangat kuat, aku akan melaluinya dengan seperti aku melompati batu sandungan itu
Tetapi tak cukup kekuatanku, tapi aku mampu berjalan aku akan berjalan melewati batu itu
Bila aku tersandung dan jatuh aku masih bisa bangkit lagi tetapi aku bisa melaluinya dan itu mungkin bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga untukku karna aku merasa ada satu hal yang sudah aku lalui
Tetapi masih ada yang aku pertanyakan mengenai tu, apa kau sudah melakukan salah satu dari kedua itu???
Lalu bagaimana aku tahu bahwa aku sudah mulai berjalan atau berlari?? Yang harus kita lakukan adalah tetap melangkah, entah kapan kita pasti akan tau sejauh manakita telah melangkah untuk mencapai dan meraih apa yang kita cita-citakan. Sekecil apapun langkah itu, kita tetap punya kobaran semangat yang kita buat sendiri dalam jiwa kita untuk menggapai mimpi. Jangan pernah menyerah untuk menghadapi tantangan hidup. Kita memanga ada kalanya merasa takut akan sesuatu, tetapi, cobalah mengerti apa rasa takutmu. Takut itu haruskah dihadapi, bukan dihindari, jika saja kita menghindar karena takut, kita mungkin akan menyesal seumur hidup karena kita tidak pernah sekalipun menghadapinya. Jangan pernah enggan untuk mengejar apa ayang pernah kau impikan. Kau harus membuatnya tidak sekedar menjadi mimpi yang terbengkalai yang tak pernah kau sentuh. Seberat apapun itu, berusahalah untuk nya. Jika tidak, suatu saat engkau akan menyesalinya, kenapa engkau bahkan tidak pernah mencoba untuk meraihnya dengan segenap kekuatanmu. Walau terlihat begitu abstrak di matamu, terhadap segala usaha yang kamu lakuan, tetapi setidaknya itu telah membuat mimpimu hidup dan setidaknya engkau pernah memperjuangkannya dengan segala yang engkau miliki.

Ibaratkan, mimpi adalah nyawa kehidupan.karena mimpi merupakan tujuan seseorang untuk hidup. Hidup tanpa tujuan sama dengan manusia tak bernyawa. Sebab di hidupnya ia tidak tau apa yang dituju, apa yang harus dia capai. Jika saja segala cara baikmu untuk memperjuangkannya tak ada hasil, maka ingatlah kepada Tuhan, ada kehendak lain yang lebih indah dar itu, dan melalui segala bentuk perjuanganmu itu Tuhan ingin engkau belajar tentang arti sebuah perjuangan, kasih, cinta, pengorbanan. Dengan jalan yang dipilihkan olehNya, engkau mungkin tetap bisa mewujudkan mimpimu yang terdahulu, sebab ingatlah pepatah, banyak jalan menuju roma. Sama artinya 6 + 3 = 9 sama artinya 5 + 4 = 9. Hidupkanlah hidupmu dengan caramu bermimpi. 

Jumat, 26 Agustus 2016

HETEROGENITAS - Belukar tak Berujung Zaman

Wahai jiwa jiwa...
Salam kasih dari lubuk yang tiada ingin sekalipun tercabik. Tercabik karena dunia yang berubah begitu cepatnya. Adanya waktu menggilas segala yang tertanam dahulu, dulu dan masa lalu. Tercabik untuk majas yang mengarahkan bagai kompas. Entah apa nama arah itu. 

Banyak sekali aliran yang ada di dunia ini. Heterogenitas menyita perhatian untuk mengingat kita adalah sama. Dahulu sama. Sampai hal yang terungkap dalam majas menggambarkan pembangun gap diantara segala makhluk di dunia ini. Aku mengikut ini dan inilah jalanku, aku berprinsip ini dan inilah aku, aku meyakini ini dan inilah kepercayaanku. Aku menentang itu dan inilah yang benar, aku menyetujui ini dan itu salah, ini yang benar dan itu sesat. 

Adakah makhluk yang mampu menyatakan dirinya tidak semua itu. Tidak membenarkannya tidak juga menyalahkannya. Tidak menyalahkan. Tetapi membenarkan atau sebaliknya. Acuh bahkan tidak mau memikirkannya jua. Semua ada. Hanya waktu telah beranjak tua untuk menyatakan tabir apa adanya di masa lalu kini ataupun esok. 

Peti kebenaran Maha Kuasa mungkinkah terungkap mengapa sayap sayap makhluk sempurna ciptaanNya telah saling dapat melukai karena berbeda. Dapat pula cahaya pengertian bagi dunia mengapa kita berbeda. Mampukan untuk membuka mata, hakikat indahnya kedamaian. Tuhan membuat begini adanya. Tangan manusia mana yang telah meraih dan menggejolakkannya. Mengapa pula mulut penuh dengan luapan kata tak berisi dan bak tong kosong nyaring bunyinya. 

Teriris hati melihat zaman menanggung segala nista manusia karena mulutnya, matanya, dan dengan segala yang dianugerahkan Tuhan padanya untuk menghujat sesamanya, mengurus segala urusan yang bukan haknya, melukai, menodai dan mendustakan segala berkat harkat dan martabat dariNya. 

Teriris hati hakim ulung bagi perbuatan manusia merajalela. Sampai tak sampai kebenaran sejati itu ada terlihat untuk membenarkan. Dan bahwa keadilan sesungguhnya hanya ada padaNya. Segala perbuatan relatif adanya di mata manusia. 
Adakah secuplik pertanyaan apa itu hidup bersama atau apa itu menghormati, menghargai, dan sebuah kemunafikan untuk membenarkan atau menyalahkan. 

Berubah perubahan lama baru sekarang selamanya. Rotasi zaman akan terus berjalan. 

Pribadimu, pribadiku, pribadi mereka, pribadinya. Ada macam orang idealisme realisme atau dualisme idealis dan realis. Segala persepsi perspektif bagi segala hal menjadikan kita berbeda? Keyakinan prinsip originitas dan sejenisnya. Adakah terlintas gambaran perubahan pada segala aspek kehidupan dalam dua zaman di hidupmu? Ada dunia dan ada alam saat Tuhan telah memanggil. 

Jadi, apa hakikat tujuan kita hadir di dunia? 
Sebuah konsepsi terbahas bulat dengan ada simpulan mutakhir kembali kepada kita masing masing. Lihat bagaimana diri kita. Hubungan dengan Sang Pencipta, sesama dan menciptakan cermin diri yang membawa pengertian heterogenitas yang luar biasa untuk dipahami sebagai tanggung jawab setiap insan...

Salam damai!

Rabu, 24 Agustus 2016

BACKGROUND

Hi...

This section not owe to talk about undisrespecting of every human life with their peesonality. But instead of a short text written with heart about social life.

Everybody...
Judgement spreads in almost everything. Include the way we try to know people around us. When we become the part of a new community. We find so many kinds of  people with their character physicaly or even emotionally and personally.

In community, based on theory or reality, we are like a painting. The members are as the colors. We combine to complete each other.

We come from various background, culture, for short heterogeneousity is applied to describe in a word.

May a shaking principe, mind, personality become the exploded topic for a community. But please, don't judge or make a solution by blaming one who involved. Or other group.

We come by bringing our past experience, background, and self understanding. It is well we unite... but we must use the best way to make it real.

Don't accumulate words you don't find the clue to be solved and there is no evidence that make it real and worth to be trusted.

Comprehending or understanding what should we do to get a nice welcome is needid. What things a person bring so that they become the way they are...