Rabu, 21 Desember 2016

Secuplik Nasihat Ibu🌹🍀


Suatu hari..
seorang Ibu dan anak sedang berbincang.
Ibu itu bercerita tentang masa masa mudanya. Saat ia bersekolah SMA sampai kuliah. Anak itu mendengarkan cerita ibunya dengan memberi beberapa tanggapan. Ada sebuah cerita dari sang ibu yang mengisahkan pertemannya semasa SMA.
"Nak...
Kau akan tahu saat kau sudah besar dan dewasa kelak. Saat kau mencapai seumuran mama. Bahwa, teman adalah saudara, mereka adalah keluarga. salah satu jenis harta yang kau miliki".

" Ibu...
Aku tidak cukup bisa berteman dengan banyak orang. Aku tidak dekat dengan mereka. Aku..
Aku hanya seorang anak culun yang sering sendiri dengan kemandirian yang berupaya menutup diri semasa SMA. Aku tidak cukup memiliki kisah indah. Aku tak ada sedikitpun yang dapat kukenang. Aku tahu aku keterlaluan. Tapi aku melakukannya karna terjadi begitu saja", ucap anak itu.

"Kau tahu? Ibu, senang sekali mengenangnya. Entah buruk ataupun baik cerita itu. Ibu sangat bahagia dapat mengenangnya dan memiliki kenangan itu selamanya. Mereka mengejek dan meremehkan, tetapi juga tertawa, tersenyum, berjuang, bermain bersama . Ibu dapat bangkit dan termotivasi untuk memperbaiki diri. Sebenarnya, diantara teman ada kasih yang tertanam haya saja, kasih masih bertumbuh seiring kalian berkembang menuju dewasa. Sedang dalam masa kelabilan. Masing masing masih sibuk dalam pencarian jati diri dan berjuang untuk dirinya. Percayalah padaku, suatu saat kau dan teman teman terkasihmu akan saling mencari, kau akan tahu betapa berartinya mereka, kau akan tahu bahwa mereka adalah saudaramu", jawab ibunya.

                        ....

Nasihat apa yang kurang diberikan bagi anak anaknya?
Cobalah duduk dekatnya, dan tanyakan pada Ibumu.
Kau...
Ada dua kemungkinan yang terjadi padamu.
Kau akan  bertumbuh dengan belajar dari segala yang terjadi dihidupmu. Namun Ia-Ibumu akan selalu melihatmu, menatihmu, menggandeng tanganmu tak henti bulir bulir doanya mengalir mengguyur hidupmu dan mencurahkan segala kebaikan.
Kau akan mendengar beribu kata berharga. Bisa jadi kau cukup enggan mendengarnya saat itu. Tetapi kau akan tahu arti semua itu suatu saat.

Ibu.
Dia akan hanya menerima segala perlakuanmu, segala tindakanmu. Kau tahu? Saat Ia menitikkan air matanya untukmu?
Kau mungkin mengabaikannya sampai beberapa waktu, Ia akan menerima begitu saja. Tanpa kau sadari, kau hidup dari bulir doa yang Ia panjatkan.
Tak jarang Ia ingin mendengar suaramu, melihatmu, dan mendengar panggilanmu untuknya.
Sederhana bukan?
Tapi sangat berarti baginya.

Jika saja ada yang berkata
"Ibuku tak peduli sesikitpun tentang diriku. Dia tak pernah menanyakanku, tak pernah mendekatiku, tak mengkhawatirkanku, tak perhatian padaku".

Coba kau lihat dirimu sekarang. Apakah kau akan dapat melihat dunia tanpanya? Pernahkah kau mencoba menilik hatinya. Adakah kau disana? Pernahkan kau tunjukkan cintamu padanya? Sentuhlah hatinya dengan cinta seorang anak. Apakah karena wataknya galak? Keras? Sekeras apapun itu, Seorang Ibu tetaplah Ibu yang mengasihi anaknya. Buatlah hatinya senang dan balutlah dengan pelukanmu. Lakukanlah perlahan dan sabar. Dia aka menampakkan hati kecilnya perlahan juga-tempat di mana kasih cintanya tersembunyi.

"Ibuku meninggalkanku dan ayahku sejak aku lahir"

Hai...
Mungkin tak cukup banyak orang merasakan arti kehilangan seorang Ibu...
Balaslah kehilangan itu dengan bulir bulir doa yang kau panjatkan setiap waktu.
Biarlah tangan Tuhan yang akan menyentuhnya di manapun Ia berada...


Selamat Hari Ibu untuk Ibu di seluruh Dunia😊.
Salam kasih dari anak-anak di penjuru dunia.
Kiranya segala berkat, doa kebaikan, kesehatan, dan perlindungan Tuhan selalu tercurah bagimu...
🌹🌹🌹🌼🌼🌼


Cuplikan Novel-Yang Terbaik yang Akan Menetap

Hello readers😉.
We meet again. Yeah, that's little part of my novel.
"Yang Terbaik yang Akan Menetap".
Tokoh utama dalam novel merasa haus untuk dekat dengan Sang Maha Pencipta Jagad Raya-Tuhan yang selalu membukakan sayap sayap kasih bagi ciptaanNya.


Langit...
Bolehkan kuminta waktumu sejenak?
Aku hanya ingin berbincang.
Aku tidak memintamu berkata sepatah katapun, jika saja segala ucapanku memang membuatmu buntu untuk berfikir, terlebih berkata-kata.
Langit, kau...
Kau memayungi jagad raya kan? Bolehkah aku berandai bisa melihat segala yang dapat kau lihat dari jagad raya ini.
Langit, apa yang dapat kau ceritakan padaku tentang apa yang kau lihat?
Aku ingin mendengar dan cukup menginterpretasikan dalam imaginasiku semampu gambaran itu dapat terbayang.

Aku terdiam kemudian menundukkan kepalaku dan didalamnya terlintas aku berandai. Langit berbicara padaku.

"Hei. Tentu saja, sedikit kuceritakan. Aku melihat seuluruh jagad raya sebagaimana yang kau katakan. Aku menyaksikan setiap waktu dari segala sudut jagad raya. Tuhan, Dia membuat kami ada sebagai bagian terbesar tak hingga besarnya. Bentuk kebesaran yang Ia ciptakan dan manusia dapat sedikit melihatnya-melihat kebesaranNya".

Kuangkat kepalaku dan kudongakkan kepalaku
"Lalu, maukah kau bersatu doa bersamaku? Aku...
Aku tidak cukup bisa memahami perasaanku saat ini. Saat aku pergi ke tempat peribadatan sore ini, mataku terasa berat. Terasa berat menahan air mata yang entah mengapa ingin mwngucur begitu saja. Bibirku berucap bahwa aku sangat merindukanNya-rindu dalam pelayananNya, bersatu bersamaNya, rindu berada di dekatNya", ucapku dengan menahan isakan yang begitu berat di dada.

"Kau menangis. Tentu saja, mari kita berdoa kepadaNya", katanya.

"Te.. teriimmakasih...".




Selasa, 13 Desember 2016

Jendela Hati-Terbukalah Bagi Negeriku!

Tuhan...
Dunia ini terus berubah..
Lalu Tuhan...
Bukankah engkau maha adil?
Tuhan, kau beri mata hati ini sentuhan kasih yang begitu dalam.
Sampai mata hati ini melihat, 
Bagaimana perjalanan waktu ini terus melindas yang tidak cukup mampu bergerak.
Yang harus bergerak namun tak sanggup.
Yang tidak memahami akan adanya zaman yang melindas.
Ya Tuhan...
Sekiranya segala berkatmu tetap tercurah bagi mereka
Supaya segala suka cita dapat juga dirasakannya.
Tuhan...
Diri ini mengerti, zaman berubah tak ada yang mampu menahan atau mencegah.
Hanya, terbersit juga dalam jiwa kami untuk mewujudkan kata kata yang marak diucapkan " Indonesia jaya"
Pintaku Tuhan...
Engkau Maha Adil
Teradil di seluruhjagat raya.
Tetap satukan kami juga tanpa meninggalkan apapun, siapapun, dengan bagaimanapun.
Tuhan...
Indonesiaku indah, negeri penuh cita dan cinta, penuh karya, cipta, dan budaya...
Bolehkah ku memohon agar kau mampukan kami memegang teguh persatuan kami, perdamaikan kami atas segala persoalan yang menggoncangkan ketentraman kami, redamkan segala ambisi yang memupuk pecah belah diantara kami. 

Saudara...
Tidakkah kau menyadari bahwasannya Tuhan tidak akan mengijinkan segala sesuatu terjadi apabila itu tidak dikehendakinya? Lalu, mengapa kita begitu berwarna? Tuhan berkenan membuat dunia ciptaanNya berwarna, beragam. Tuhan meletakkan keindahan di dalamnya. Mejikuhibiniu. Pelangi. Indah bukan? Mengapa begitu sibuk berebut tahta, harta, bahkan segala jenis dunia. Tak salah, manusia memiliki keinginan, salahnya adalah ketika segala cara membumbui usaha mendapatkannya. Melupakan persoalan bangsa yang membutuhkan uluran tangan untuk berubah dan berevolusi.

Mengapa begitu sibuk berkutik pada permasalahan dan selalu menitik beratkan konflik penghambat kemajuan bangsa? Mari sedikit kita ingat, berapa banyak masalah yang masih harus diselesaikan di negeri kita? Bukan hanya politik saja...
Ekonomi, pelestarian budaya, ESDM, keuangan, kemiskinan, pendidikan, pengembangan desa, kelaparan, tuna wisma, dan masih banyak lagii.
Bisakah.. bisakah ikut serta membuka hati..
Hati dan pikiran yang lebih luas dan dinamis berbalut kasih pengabdian untuk kemajuan bangsa. Andaii... tidak hanya berandai... 
Bisakah ulurkan tangan bagi hati yang bergelut dengan pertentangan untuk membantu negeri ini? Seberapa jauhkah melody jiwa perjuangan para pahlawan tetap melantun di hati setiap insan...




INDONESIAKU INDAH!

Senin, 05 Desember 2016

Petroleum-Indonesian Black Gold, importer to exporter? Possible!


Tracing indonesia?
Investigating indonesia?
Interesting!
Yeah, this special topic is dicussing about Petroleum in indonesia.
Petroleum world is one of special thing correlated with natural resources-"Black Gold"
What happen on earth? People don't know it yet?
Hm, it is contovesial or not, maybe still stuck and live in silent mode of pleasurable, tasteful or whatever it is with the same meaning. Whole angle of world need this what idiom called as "Black Gold".

Due to the fulfilling necessity, in which position supplier or consumer Indonesia is both of them. There are so many petroleum refinery spread over indonesia from Sabang to Merauke with vary of quality, size, manajement, supply chain manajememt up to the consumer.
Somehow, there is a controversion though indonesia in technically force  a beneficially rules internally and in every consideration based on citizens prosperity.
Why do we import fuel oil for supply?
Well, it has a chain of educational reason in indonesia relate to the contextual maintenance matter-refinery unit with all of the components . The fee of doing facilitation support comparisoned with the amount of citizens necessity is producing unstable comparation that it is compulsion bigger than.
Hmm, very problem has its solution no matter how hard the rules are. Spelled before that it is correlated to educational topic or human resource is increasing year by year, could be regenerate the supply chain from impor to export and become the main expatriat in Petroleum world.
We have our own technology, with mentally revolutioneth bravely piercing destination what have to become. Related aspecs as the partner of natural resources organization could be the fondational things and create a revolution.



Big Spirit from Petroleum World!

Hello reader..
Those kind of argumentation text.
How's yours? Have an idea to take a part for Indonesia's betterment?

Minggu, 04 Desember 2016

🍛Bak Penyedap Rasa? - Enak, Akan Lekang Pada Waktunya

Jika saja perkataan tidak begitu mudah meracun
Andai saja hakim ulung tidak mempersenjatakannya
 Haduh...
Ini persoalan cukup viral yang tak setiap orang teliti memahaminya. Karena memang terlihat biasa.
Begitulah adanya..
Terkadang, kepelikan sebuah masalah hanyalah secuil persoalan yang menjadi besar karena terpupuk dengan omongan berantai yang memanjang sampai sana sini. Bisa jadi, tidak juga sama dengan sumbernya. Ada banyak hal yang mendasari persoalan mempersenjatai diri dengan perkataan. Terlebih itu teknik paling mudah yang dapat dilakukan.
Katakan saja, ditambah bumbu bumbu penyedap sampai sang penelusur yang terbawa berbagai alasan terbius sedapnya kata dan bumbunya. Bak lidah bertemu kelezatan rasa.
Haduh...
Wah, rasa apa ini! Sudah bak pemburu mendapat rusa rupanya.
Apa yang didengar dari orang lain, apa yang didapat dari orang lain tentang suatu persoalan, apa yang orang lain katakan- tentang suatu hal, seseorang, atau apapun itu. Kerucut akan terbentuk dengan waktu, seberapun dalamnya kebenaran tersembunyi, akan tetap lekang tajamnya hikmah kebenaran yang tak akan tertandingi gejolak untuk meminta keadilan akan diri yang tenggelam. 
Haduh...
Ini nih, kok orang lain mengatakan saya seperti itu? Eh, malah saya beri alasan untuk membela diri. Tidak percaya rupanya.
Begitulah.
Andai diam saja. Yah, tapi berat rasanya, tunggulah.. jika memang itu selimut racun yang membalutmu, engkau adalah penawar yang luar biasa.

Pembaca...
Diatas adalah secuplik ilustrasi konflik batin yang menyertai ketika memiliki kebenaran yang kalah dengan sumber berpenyedap untuk tujuan tertentu.
Atau malah hanya salah memahami.

Jumat, 28 Oktober 2016

YangTerbaik yang Akan Menetap🌹

Ini adalah kutipan dialog sebuah novel yang akan saya buat berjudul
"Yang Terbaik yang Akan Menetap"



"Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", katanya.
"Kau memintaku menanyakan hal ini kepada rumput yang bergoyang?" Sergahku.
"Kau membutuhkan jawaban?" Tanyanya
"Kau, kenapa kau malah memutar balikkan semuanya? Aku hanya butuh jawaban. Apa guna bertanya kepada rumput yang bergoyang. Ia pun terkoyak karena angin yang seakan juga membutuhkan jawaban. Apa pedulinya, anginpun demikian enggan peduli segalanya. Ia hanya menerjang begitu saja", Bantahku dengan nada sedikit meninggi.
"Apa kau meyakini bahwa setiap hal butuh jawaban? Lihatlah ada apa di depanmu, dan dapat kau tanyakan pada mereka, rumput yang bergoyang",Jawabnya.
"Baik, kau boleh katakan apapun, kau boleh analogikan dengan apapun", jawabku.
"Pastikan kau mendapatkan maknanya", balasnya santai.

Berfikir.....
"Tidak semua hal membutuhkan jawaban, tidak ada yang selalu memiliki jawaban, jawaban tidaklah tentu menjadi sebuah penyelesaian, begitulah aku menangkapnya", kataku.

......
"Mengapa kau diam?", tanyaku.
......
"Pertanyaanku berbalik pada pemahaman TANYAKAN SAJA PADA RUMPUT YANG BERGOYANG? Begitukah?", tanyaku memastikan.
"Ya", jawabnya singkat dengan senyum di wajahnya.

Kamis, 08 September 2016

💞HUMILITY💝

               💞HUMILITY💝

Sometimes wonder. Why should people shaking judging each other just because a simple causen. We have an authority to live our life just the way we are. And as a social human we can ensure that we need each other and almost all necessary are the same one. Why should we observed not for a positive things such a caring each other helping each other. Because everyone has their own way to survive and they have their own  personality. That's why we better comprehend as God creation make world as a place with vary of huminity, humility, with all its component.
We know, trouble is like a friend(trouble is a friend-lenka). But from that trouble we instead be pressed to understand what life is and what human rice is.
Where you live your life is where you place your life as His creation with your living rule within.

Manusia adalah makhluk yang wajar jika melakukan kesalahan. Sebab apalah ia, yang tiada mungkin sempurna sebagaimana satu-satunya yang sempurna adalah Sang Pencipta.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Ia Mengincar



IA MENGINCAR
Aku semakin melihat bahwa masa depanku semakin mengincar
Tapi karna ada suatu beban yang menekanku aku menjadi semakin berat untuk melangkah
Tapi aku tahu dan sadar bahwa semua itu hanyalah seperti sebuah batu sandungan yang harus aku lompati
Dengan melompat ataupun jalan,
Itu tergantung pada seberapa kuatnya aku untuk melalui semua ini
Jika aku sangat kuat, aku akan melaluinya dengan seperti aku melompati batu sandungan itu
Tetapi tak cukup kekuatanku, tapi aku mampu berjalan aku akan berjalan melewati batu itu
Bila aku tersandung dan jatuh aku masih bisa bangkit lagi tetapi aku bisa melaluinya dan itu mungkin bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga untukku karna aku merasa ada satu hal yang sudah aku lalui
Tetapi masih ada yang aku pertanyakan mengenai tu, apa kau sudah melakukan salah satu dari kedua itu???
Lalu bagaimana aku tahu bahwa aku sudah mulai berjalan atau berlari?? Yang harus kita lakukan adalah tetap melangkah, entah kapan kita pasti akan tau sejauh manakita telah melangkah untuk mencapai dan meraih apa yang kita cita-citakan. Sekecil apapun langkah itu, kita tetap punya kobaran semangat yang kita buat sendiri dalam jiwa kita untuk menggapai mimpi. Jangan pernah menyerah untuk menghadapi tantangan hidup. Kita memanga ada kalanya merasa takut akan sesuatu, tetapi, cobalah mengerti apa rasa takutmu. Takut itu haruskah dihadapi, bukan dihindari, jika saja kita menghindar karena takut, kita mungkin akan menyesal seumur hidup karena kita tidak pernah sekalipun menghadapinya. Jangan pernah enggan untuk mengejar apa ayang pernah kau impikan. Kau harus membuatnya tidak sekedar menjadi mimpi yang terbengkalai yang tak pernah kau sentuh. Seberat apapun itu, berusahalah untuk nya. Jika tidak, suatu saat engkau akan menyesalinya, kenapa engkau bahkan tidak pernah mencoba untuk meraihnya dengan segenap kekuatanmu. Walau terlihat begitu abstrak di matamu, terhadap segala usaha yang kamu lakuan, tetapi setidaknya itu telah membuat mimpimu hidup dan setidaknya engkau pernah memperjuangkannya dengan segala yang engkau miliki.

Ibaratkan, mimpi adalah nyawa kehidupan.karena mimpi merupakan tujuan seseorang untuk hidup. Hidup tanpa tujuan sama dengan manusia tak bernyawa. Sebab di hidupnya ia tidak tau apa yang dituju, apa yang harus dia capai. Jika saja segala cara baikmu untuk memperjuangkannya tak ada hasil, maka ingatlah kepada Tuhan, ada kehendak lain yang lebih indah dar itu, dan melalui segala bentuk perjuanganmu itu Tuhan ingin engkau belajar tentang arti sebuah perjuangan, kasih, cinta, pengorbanan. Dengan jalan yang dipilihkan olehNya, engkau mungkin tetap bisa mewujudkan mimpimu yang terdahulu, sebab ingatlah pepatah, banyak jalan menuju roma. Sama artinya 6 + 3 = 9 sama artinya 5 + 4 = 9. Hidupkanlah hidupmu dengan caramu bermimpi. 

Jumat, 26 Agustus 2016

HETEROGENITAS - Belukar tak Berujung Zaman

Wahai jiwa jiwa...
Salam kasih dari lubuk yang tiada ingin sekalipun tercabik. Tercabik karena dunia yang berubah begitu cepatnya. Adanya waktu menggilas segala yang tertanam dahulu, dulu dan masa lalu. Tercabik untuk majas yang mengarahkan bagai kompas. Entah apa nama arah itu. 

Banyak sekali aliran yang ada di dunia ini. Heterogenitas menyita perhatian untuk mengingat kita adalah sama. Dahulu sama. Sampai hal yang terungkap dalam majas menggambarkan pembangun gap diantara segala makhluk di dunia ini. Aku mengikut ini dan inilah jalanku, aku berprinsip ini dan inilah aku, aku meyakini ini dan inilah kepercayaanku. Aku menentang itu dan inilah yang benar, aku menyetujui ini dan itu salah, ini yang benar dan itu sesat. 

Adakah makhluk yang mampu menyatakan dirinya tidak semua itu. Tidak membenarkannya tidak juga menyalahkannya. Tidak menyalahkan. Tetapi membenarkan atau sebaliknya. Acuh bahkan tidak mau memikirkannya jua. Semua ada. Hanya waktu telah beranjak tua untuk menyatakan tabir apa adanya di masa lalu kini ataupun esok. 

Peti kebenaran Maha Kuasa mungkinkah terungkap mengapa sayap sayap makhluk sempurna ciptaanNya telah saling dapat melukai karena berbeda. Dapat pula cahaya pengertian bagi dunia mengapa kita berbeda. Mampukan untuk membuka mata, hakikat indahnya kedamaian. Tuhan membuat begini adanya. Tangan manusia mana yang telah meraih dan menggejolakkannya. Mengapa pula mulut penuh dengan luapan kata tak berisi dan bak tong kosong nyaring bunyinya. 

Teriris hati melihat zaman menanggung segala nista manusia karena mulutnya, matanya, dan dengan segala yang dianugerahkan Tuhan padanya untuk menghujat sesamanya, mengurus segala urusan yang bukan haknya, melukai, menodai dan mendustakan segala berkat harkat dan martabat dariNya. 

Teriris hati hakim ulung bagi perbuatan manusia merajalela. Sampai tak sampai kebenaran sejati itu ada terlihat untuk membenarkan. Dan bahwa keadilan sesungguhnya hanya ada padaNya. Segala perbuatan relatif adanya di mata manusia. 
Adakah secuplik pertanyaan apa itu hidup bersama atau apa itu menghormati, menghargai, dan sebuah kemunafikan untuk membenarkan atau menyalahkan. 

Berubah perubahan lama baru sekarang selamanya. Rotasi zaman akan terus berjalan. 

Pribadimu, pribadiku, pribadi mereka, pribadinya. Ada macam orang idealisme realisme atau dualisme idealis dan realis. Segala persepsi perspektif bagi segala hal menjadikan kita berbeda? Keyakinan prinsip originitas dan sejenisnya. Adakah terlintas gambaran perubahan pada segala aspek kehidupan dalam dua zaman di hidupmu? Ada dunia dan ada alam saat Tuhan telah memanggil. 

Jadi, apa hakikat tujuan kita hadir di dunia? 
Sebuah konsepsi terbahas bulat dengan ada simpulan mutakhir kembali kepada kita masing masing. Lihat bagaimana diri kita. Hubungan dengan Sang Pencipta, sesama dan menciptakan cermin diri yang membawa pengertian heterogenitas yang luar biasa untuk dipahami sebagai tanggung jawab setiap insan...

Salam damai!

Rabu, 24 Agustus 2016

BACKGROUND

Hi...

This section not owe to talk about undisrespecting of every human life with their peesonality. But instead of a short text written with heart about social life.

Everybody...
Judgement spreads in almost everything. Include the way we try to know people around us. When we become the part of a new community. We find so many kinds of  people with their character physicaly or even emotionally and personally.

In community, based on theory or reality, we are like a painting. The members are as the colors. We combine to complete each other.

We come from various background, culture, for short heterogeneousity is applied to describe in a word.

May a shaking principe, mind, personality become the exploded topic for a community. But please, don't judge or make a solution by blaming one who involved. Or other group.

We come by bringing our past experience, background, and self understanding. It is well we unite... but we must use the best way to make it real.

Don't accumulate words you don't find the clue to be solved and there is no evidence that make it real and worth to be trusted.

Comprehending or understanding what should we do to get a nice welcome is needid. What things a person bring so that they become the way they are...

Jumat, 03 Juni 2016

PUZZLE💝

It looks like pretty set of flowers, set of small colorful beads. Imagine it.
Laugh like you laugh at yourself. You may see the shadow side, the light through whatever it is. An enormous sheaf of path. Feet mold, hands, they are like fingers picking guitar's string. Creates so much pattern so that the tone sounds beautiful.

can you make a detail simple map of your life? it is such an amazing map. maybe now, you can think how can you be there-the place where you are now. maybe you can found so many peaces of your PUZZLE that unsolven yet. sometime you had passed the way that make you suprised such yeahh.. that was an amazing fortune for you..
that is all ... they are the part of our life, 'life mates'. nothing fortunately, do you believe that words?

Life is Living

Heal the world.. make it better place. For you and for me an the entire human race....🎻🎶🎼 - Michael Jackson
This world...
Is in various process. Getting older, besides the human made the process mess it and some force to stop the process. Life cycle of the human life runnin' over the entire time. Times are both keep it and lost it. Lets look around, my hand, your hand, our hand could we handle it altogether? The problem aren't just about environment, huminity, or with all of its cruciality. Could we make sure that everyone is having reason too keep strunggling on?

Jumat, 22 April 2016

Treasure From Passion

Noone can told you anymore. There is only you with your passion is standing. there is only you in the front who must trust for who you are. You can just listen your heart and keep following your brain. "DREAM" isn't a simple word, isn't as a simple as we told. You may had through the part the way how you achieve it, so that you can find "ALL YOU NEED IS TO GIVE ALL YOU HAVE".
you won't feel the effort you had given nor the sacrifice you did. They both were nothing when you can pass the challenge.
"DREAM" is like a seed you plant. You got it, if you have a commit for it, plant it. Then live it, treat it as well as you can 'till grow become the plant as you got from the first imagine. To make it grow you must give and fullfil all what it needs.

For Dream
"ALL YOU NEED IS TO GIVE ALL YOU HAVE"

Rabu, 23 Maret 2016

"Kata Mimpiku"

Saudaraku terkasih,
Ketika kita telah melakukan sesuatu, dan kita melakukannya dengan penuh kesungguhan karena kita menyimpan apa yang disebut dengan tujuan di dalamnya atau kita melakukannya karenaa.. bukan karena apa. Tetaplah giat, terlebih jika hatimu berkata iya. Walau kau belum melihat apa artinya, tetaplah setiap hal itu ada artinya. Hanya saja, masing-masing memiliki waktu, tempat, dan situasi yang tepat untuk membuatmu mengerti. God's timing is always right.

Kamis, 18 Februari 2016

WAKTU

Saudaraku terkasih...
Setiap manusia berada dalam dimensi waktu. Dimensi yang terus berubah, tetapi terpatri berjuta bahkan tak berhingga segala hal yang terjadi pada kita. Dia terus berlalu membawa pergi segalanya. Membuat kita menyadari bahwa ia sangatlah berharga. Detik ini, menit ini, pukul ini, hari ini, bulan ini, tahun ini hanya akan ada sekali dalam hidup kita. Kita mungkin hanya akan mengingat sedikit, tetapi itu terjadi apabila investasi kita merupakan sesuatu yang berkesan dan itu menandakan bahwa saat itu waktu terlewati dengan baik dan tidak akan membuat menyesal kelak. Apa yang tersimpan oleh dimensi waktu itu tertata rapi seperti di dalam laci-laci lemari, sekalipun kita tidak dapat lagi memasukinya, tetapi kita dapat mengetahui isi dari setiap laci yang telah kita lalui yang kita sebut dengan memori. Waktu mengantarkan manusia untuk menjadi tua dan mengalami banyak perubahan. "If there's no change, there's no butterfly". Namun dengan perubahan itu, manusia menjadi lebih baik karena proses transformasi yang mereka alami.
Saudaraku terkasih...
Waktu yang telah lalu, tidak akan terulang kembali. Penyesalan itu datang, hanya jika kita baru menyadari apa yang telah atau malah apa yang belum dilakukan pada suatu waktu. Masih ada lain waktu, tetapi jangan artikan lain waktu ini kita dapat menunda apa yang dapat dilakukan saat itu juga. Jika baru menyadari bahwa ada sesuatu yang mesti dilakukan, tidak ada kata terlambat... selama itu baik untuk kita.
Lakukanlah segalanya seakan itu adalah yang terakhir.

Selasa, 02 Februari 2016

Topeng

Saudaraku terkasih...
Menurut kalian, apakah setiap orang memiliki topeng? Entah topeng apa itu dan ada banyak jenisnya. Semakin berjuta topengnya, semakin berjuta maknanya. Topeng ini bagi banyak orang memiliki arti yang ambigu bila kita mempunyainya. Orang mengatakan, seseorang yang tegar, yang kuat adalah tetap melukiskan senyuman walau dalam kepedihan. Menunjukan kepada orang-orang "aku baik-baik saja". Sebuah topeng kebaikan untuk tidak membuat orang lain mengkhawatirkan kita. Tetapi bukankah kita harus tetap berbagi dalam suka maupun duka? Bukan itu konteksnya. Alangkah baiknya jika kemuraman itu tidak untuk semua orang di sekeliling kita, terlebih bila kita sungguh masih mampu menanggungnya dan ada Tuhan yang selalu bersama kita. Yang benar saja, itu hanya salah satu contoh dari banyak contoh. Ada yang namanya topeng bahagia, topeng ketenangan, dan topeng ketegaran di balik semua keremukan yang ada.
Saudaraku terkasih...
Topeng itu... janganlah sebuah kemunafikan seperti jarum-jarum berbungkus sutera - Topeng kehitaman hati.












Senin, 01 Februari 2016

Keputusan

Saudaraku terkasih...
Berapa keputusan yang telah anda ambil? Apakah semua keputusan itu benar-benar matang ketika anda mengambilnya?
Kita sudah punya tapakan kaki di jalan yang telah kita lalui, kita tidak bisa memastikan jika hanya kita yang berjalan melewati jalan itu. Jadi, jangan memastikan juga bahwa tapakanmu akan tetap ada di sana dengan bentuk jalan yang sama. Mungkin ada orang yang juga hanya menyimpang atau menyeberang saja, setidaknya orang itu pernah sedikit mengalami apa yang anda alami. Sebab itu, tanamkan pada diri kita, sekalinya kita melalui sebuah jalan petiklah apa yang dapat dipetik untuk dipelajari sebagai nilai kehidupan. Sadarlah bahwa perubahan itu harus ada, jangan berfikir pula ketika nanti anda menoleh ke belakang anda akan menelusuri ulang jalan itu. Kembali kedua kalinya hanya akan membuang waktumu. Setiap keputusan pasti ada konsekuensi yang harus ditanggung. Dalam mengambil keputusan, kita harus mengambil sepenuhnya. Pikirkanlah dengan sangat matang sebelum mengambil keputusan, tetapi tidak juga terlalu berlarut-larut. Setiap keputusan, harus ada komitmen di dalamnya.

Minggu, 31 Januari 2016

Alasan dan Kebenaran

Saudaraku terkasih...
Setiap kita pasti tahu apa itu alasan. Entah untuk apa, sebab apa, ataupun karena apa. Alasan itu ada banyak macamnya. Terkadang mampu menjelaskan, tetapi tidak juga pasti. Lihatlah apakah dengan alasan itu kita melontarkan dengan penuh kemurnian atau malah dusta? Ada banyak hal yang dapat kita lakukan tanpa ada alasan tersendiri. Misalnya, sebut saja 'bukan karena apa'. Bukan berarti, bila tiada alasan maka tidak ada tujuan di dalamnya. Tetap ada tujuan di dalamnya, bila diungkapkan ada yang membuat bahagia walau dengan jalan yang berbeda, ada juga dengan ungkapan yang tersembunyi berselimut dusta hanya karena tidak ingin menyakiti. Mana yang kita pilih? Tidak menyakiti tetapi dusta, atau langsung menyakiti tetapi itu nyata? Jika engkau penerima, mana yang lebih ingin kau terima? Bimbang bukan? Bila memilih yang pertama, engkau akan merasa nyaman, kenyamanan yang sesaat. Bila kau memilih yang ke dua.. apakah kau siap tersakiti seketika itu juga?
Saudaraku terkasih...
Alasan itu penuh dengan kerelatifan.
Kita harus memiliki alasan atas sebuah tindakan. Tetapi tidak juga boleh menjadi pribadi yang mendasarkan pembelaan hanya pada alasan-alasan.
Alasan itu baik selama terlontar dengan murni karena kebenaran. Lihatlah, jika pendengar ataupun penerima memahami arti kebenaran dan kejujuran, ia akan menerima dengan sepenuh hati. Entah menyakiti ataupun membahagiakan, bagaimanapun itu adalah Kejujuran dan Kebenaran.

Sabtu, 30 Januari 2016

Diri dan Hati

Saudaraku terkasih...
Apakah kau mencintai dirimu?
Cintailah dirimu.
Tuhan mencintaimu, apapun yang terjadi, Tuhan tetap mencintaimu.
Terkadang, memang ada air mata yang menetes karena hati. Bukan karena hati itu manja tidak mau tersakiti, hanya saja ada kepedihan yang memaksanya untuk tersakiti. Hati ini perlu terlatih untuk bertahan dalam segala situasi, namun apa daya jika kekuatan terbesar telah sirna karena luka.
Mintalah selalu kepada Tuhan untuk menjaga hatimu. Jadikanlah Tuhan satu-satunya tempat di mana kamu bisa dengan leluasa meletakkan hatimu. Tuhan tidak akan melukaimu, tidak akan mematahkan harapanmu dan tidak akan memberi harapan yang tidak mungkin. Engkau bisa berharap sesuka hati hanya kepadaNya. Biarlah hatimu tenggelam jauh di dalam hati Tuhan. Biarlah Tuhan sendiri yang menentukan, siapa yang berhak mendapatkan hatimu.

Perjalanan Hidup

Saudaraku terkasih...
Sepanjang jalan yang kita lalui.. ada keindahan yang bisa kita lihat dengan mata hati ketulusan. Bisa jadi, sesuatu yang tidak kita sangka akan ada, membuat kita bertanya-tanya bagaimana mungkin sesuatu yang indah itu ada pada tempat yang kita pikir tidak mungkin.
Jalan yang kita lalui, tidak selalu terjal tidak juga selalu  mulus. Tuhan yang membuatnya. Dengan kesulitan, Tuhan memberi tanda bahwa Ia sangat mengasihi kita. Itulah sebabnya Tuhan ingin kita menjadi pribadi yang kuat entah badai apa yang menerjang. Jangan takut, sebab Tuhan juga telah mengatakan bahwa, Ia tidak akan memberi pencobaan melebihi kekuatan yang kita punya. Jika kita sempat merasakannya, itu karena Tuhan tau kita sanggup menanggungnya.

Saudaraku yang terkasih...
Adakah yang tidak memiliki keinginan? Atau mimpi?
Sampai saat ini dapat diyakini, setiap orang memiliki keinginan. Tetapi... hidup ini adalah perjalanan yang penuh misteri dan teka-teki. Seperti puzzle yang belum menyatu. Kita hanya akan tahu jika kita mau dan mampu  melaluinya. Bayangkanlah ada sebuah tikungan tajam di depan kita. Boleh dipertanyakan, ada apa di sana? Tepat pada tikungan itu, juga setelah tikungan itu apa yang bisa kita saksikan? Kita hanya akan bisa mengetahui jika kita mau dan mampu melewatinya.