Minggu, 04 Desember 2016

🍛Bak Penyedap Rasa? - Enak, Akan Lekang Pada Waktunya

Jika saja perkataan tidak begitu mudah meracun
Andai saja hakim ulung tidak mempersenjatakannya
 Haduh...
Ini persoalan cukup viral yang tak setiap orang teliti memahaminya. Karena memang terlihat biasa.
Begitulah adanya..
Terkadang, kepelikan sebuah masalah hanyalah secuil persoalan yang menjadi besar karena terpupuk dengan omongan berantai yang memanjang sampai sana sini. Bisa jadi, tidak juga sama dengan sumbernya. Ada banyak hal yang mendasari persoalan mempersenjatai diri dengan perkataan. Terlebih itu teknik paling mudah yang dapat dilakukan.
Katakan saja, ditambah bumbu bumbu penyedap sampai sang penelusur yang terbawa berbagai alasan terbius sedapnya kata dan bumbunya. Bak lidah bertemu kelezatan rasa.
Haduh...
Wah, rasa apa ini! Sudah bak pemburu mendapat rusa rupanya.
Apa yang didengar dari orang lain, apa yang didapat dari orang lain tentang suatu persoalan, apa yang orang lain katakan- tentang suatu hal, seseorang, atau apapun itu. Kerucut akan terbentuk dengan waktu, seberapun dalamnya kebenaran tersembunyi, akan tetap lekang tajamnya hikmah kebenaran yang tak akan tertandingi gejolak untuk meminta keadilan akan diri yang tenggelam. 
Haduh...
Ini nih, kok orang lain mengatakan saya seperti itu? Eh, malah saya beri alasan untuk membela diri. Tidak percaya rupanya.
Begitulah.
Andai diam saja. Yah, tapi berat rasanya, tunggulah.. jika memang itu selimut racun yang membalutmu, engkau adalah penawar yang luar biasa.

Pembaca...
Diatas adalah secuplik ilustrasi konflik batin yang menyertai ketika memiliki kebenaran yang kalah dengan sumber berpenyedap untuk tujuan tertentu.
Atau malah hanya salah memahami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar