Selasa, 13 Desember 2016

Jendela Hati-Terbukalah Bagi Negeriku!

Tuhan...
Dunia ini terus berubah..
Lalu Tuhan...
Bukankah engkau maha adil?
Tuhan, kau beri mata hati ini sentuhan kasih yang begitu dalam.
Sampai mata hati ini melihat, 
Bagaimana perjalanan waktu ini terus melindas yang tidak cukup mampu bergerak.
Yang harus bergerak namun tak sanggup.
Yang tidak memahami akan adanya zaman yang melindas.
Ya Tuhan...
Sekiranya segala berkatmu tetap tercurah bagi mereka
Supaya segala suka cita dapat juga dirasakannya.
Tuhan...
Diri ini mengerti, zaman berubah tak ada yang mampu menahan atau mencegah.
Hanya, terbersit juga dalam jiwa kami untuk mewujudkan kata kata yang marak diucapkan " Indonesia jaya"
Pintaku Tuhan...
Engkau Maha Adil
Teradil di seluruhjagat raya.
Tetap satukan kami juga tanpa meninggalkan apapun, siapapun, dengan bagaimanapun.
Tuhan...
Indonesiaku indah, negeri penuh cita dan cinta, penuh karya, cipta, dan budaya...
Bolehkah ku memohon agar kau mampukan kami memegang teguh persatuan kami, perdamaikan kami atas segala persoalan yang menggoncangkan ketentraman kami, redamkan segala ambisi yang memupuk pecah belah diantara kami. 

Saudara...
Tidakkah kau menyadari bahwasannya Tuhan tidak akan mengijinkan segala sesuatu terjadi apabila itu tidak dikehendakinya? Lalu, mengapa kita begitu berwarna? Tuhan berkenan membuat dunia ciptaanNya berwarna, beragam. Tuhan meletakkan keindahan di dalamnya. Mejikuhibiniu. Pelangi. Indah bukan? Mengapa begitu sibuk berebut tahta, harta, bahkan segala jenis dunia. Tak salah, manusia memiliki keinginan, salahnya adalah ketika segala cara membumbui usaha mendapatkannya. Melupakan persoalan bangsa yang membutuhkan uluran tangan untuk berubah dan berevolusi.

Mengapa begitu sibuk berkutik pada permasalahan dan selalu menitik beratkan konflik penghambat kemajuan bangsa? Mari sedikit kita ingat, berapa banyak masalah yang masih harus diselesaikan di negeri kita? Bukan hanya politik saja...
Ekonomi, pelestarian budaya, ESDM, keuangan, kemiskinan, pendidikan, pengembangan desa, kelaparan, tuna wisma, dan masih banyak lagii.
Bisakah.. bisakah ikut serta membuka hati..
Hati dan pikiran yang lebih luas dan dinamis berbalut kasih pengabdian untuk kemajuan bangsa. Andaii... tidak hanya berandai... 
Bisakah ulurkan tangan bagi hati yang bergelut dengan pertentangan untuk membantu negeri ini? Seberapa jauhkah melody jiwa perjuangan para pahlawan tetap melantun di hati setiap insan...




INDONESIAKU INDAH!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar