Rabu, 21 Desember 2016

Secuplik Nasihat Ibu๐ŸŒน๐Ÿ€


Suatu hari..
seorang Ibu dan anak sedang berbincang.
Ibu itu bercerita tentang masa masa mudanya. Saat ia bersekolah SMA sampai kuliah. Anak itu mendengarkan cerita ibunya dengan memberi beberapa tanggapan. Ada sebuah cerita dari sang ibu yang mengisahkan pertemannya semasa SMA.
"Nak...
Kau akan tahu saat kau sudah besar dan dewasa kelak. Saat kau mencapai seumuran mama. Bahwa, teman adalah saudara, mereka adalah keluarga. salah satu jenis harta yang kau miliki".

" Ibu...
Aku tidak cukup bisa berteman dengan banyak orang. Aku tidak dekat dengan mereka. Aku..
Aku hanya seorang anak culun yang sering sendiri dengan kemandirian yang berupaya menutup diri semasa SMA. Aku tidak cukup memiliki kisah indah. Aku tak ada sedikitpun yang dapat kukenang. Aku tahu aku keterlaluan. Tapi aku melakukannya karna terjadi begitu saja", ucap anak itu.

"Kau tahu? Ibu, senang sekali mengenangnya. Entah buruk ataupun baik cerita itu. Ibu sangat bahagia dapat mengenangnya dan memiliki kenangan itu selamanya. Mereka mengejek dan meremehkan, tetapi juga tertawa, tersenyum, berjuang, bermain bersama . Ibu dapat bangkit dan termotivasi untuk memperbaiki diri. Sebenarnya, diantara teman ada kasih yang tertanam haya saja, kasih masih bertumbuh seiring kalian berkembang menuju dewasa. Sedang dalam masa kelabilan. Masing masing masih sibuk dalam pencarian jati diri dan berjuang untuk dirinya. Percayalah padaku, suatu saat kau dan teman teman terkasihmu akan saling mencari, kau akan tahu betapa berartinya mereka, kau akan tahu bahwa mereka adalah saudaramu", jawab ibunya.

                        ....

Nasihat apa yang kurang diberikan bagi anak anaknya?
Cobalah duduk dekatnya, dan tanyakan pada Ibumu.
Kau...
Ada dua kemungkinan yang terjadi padamu.
Kau akan  bertumbuh dengan belajar dari segala yang terjadi dihidupmu. Namun Ia-Ibumu akan selalu melihatmu, menatihmu, menggandeng tanganmu tak henti bulir bulir doanya mengalir mengguyur hidupmu dan mencurahkan segala kebaikan.
Kau akan mendengar beribu kata berharga. Bisa jadi kau cukup enggan mendengarnya saat itu. Tetapi kau akan tahu arti semua itu suatu saat.

Ibu.
Dia akan hanya menerima segala perlakuanmu, segala tindakanmu. Kau tahu? Saat Ia menitikkan air matanya untukmu?
Kau mungkin mengabaikannya sampai beberapa waktu, Ia akan menerima begitu saja. Tanpa kau sadari, kau hidup dari bulir doa yang Ia panjatkan.
Tak jarang Ia ingin mendengar suaramu, melihatmu, dan mendengar panggilanmu untuknya.
Sederhana bukan?
Tapi sangat berarti baginya.

Jika saja ada yang berkata
"Ibuku tak peduli sesikitpun tentang diriku. Dia tak pernah menanyakanku, tak pernah mendekatiku, tak mengkhawatirkanku, tak perhatian padaku".

Coba kau lihat dirimu sekarang. Apakah kau akan dapat melihat dunia tanpanya? Pernahkah kau mencoba menilik hatinya. Adakah kau disana? Pernahkan kau tunjukkan cintamu padanya? Sentuhlah hatinya dengan cinta seorang anak. Apakah karena wataknya galak? Keras? Sekeras apapun itu, Seorang Ibu tetaplah Ibu yang mengasihi anaknya. Buatlah hatinya senang dan balutlah dengan pelukanmu. Lakukanlah perlahan dan sabar. Dia aka menampakkan hati kecilnya perlahan juga-tempat di mana kasih cintanya tersembunyi.

"Ibuku meninggalkanku dan ayahku sejak aku lahir"

Hai...
Mungkin tak cukup banyak orang merasakan arti kehilangan seorang Ibu...
Balaslah kehilangan itu dengan bulir bulir doa yang kau panjatkan setiap waktu.
Biarlah tangan Tuhan yang akan menyentuhnya di manapun Ia berada...


Selamat Hari Ibu untuk Ibu di seluruh Dunia๐Ÿ˜Š.
Salam kasih dari anak-anak di penjuru dunia.
Kiranya segala berkat, doa kebaikan, kesehatan, dan perlindungan Tuhan selalu tercurah bagimu...
๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar