Kamis, 18 Februari 2016

WAKTU

Saudaraku terkasih...
Setiap manusia berada dalam dimensi waktu. Dimensi yang terus berubah, tetapi terpatri berjuta bahkan tak berhingga segala hal yang terjadi pada kita. Dia terus berlalu membawa pergi segalanya. Membuat kita menyadari bahwa ia sangatlah berharga. Detik ini, menit ini, pukul ini, hari ini, bulan ini, tahun ini hanya akan ada sekali dalam hidup kita. Kita mungkin hanya akan mengingat sedikit, tetapi itu terjadi apabila investasi kita merupakan sesuatu yang berkesan dan itu menandakan bahwa saat itu waktu terlewati dengan baik dan tidak akan membuat menyesal kelak. Apa yang tersimpan oleh dimensi waktu itu tertata rapi seperti di dalam laci-laci lemari, sekalipun kita tidak dapat lagi memasukinya, tetapi kita dapat mengetahui isi dari setiap laci yang telah kita lalui yang kita sebut dengan memori. Waktu mengantarkan manusia untuk menjadi tua dan mengalami banyak perubahan. "If there's no change, there's no butterfly". Namun dengan perubahan itu, manusia menjadi lebih baik karena proses transformasi yang mereka alami.
Saudaraku terkasih...
Waktu yang telah lalu, tidak akan terulang kembali. Penyesalan itu datang, hanya jika kita baru menyadari apa yang telah atau malah apa yang belum dilakukan pada suatu waktu. Masih ada lain waktu, tetapi jangan artikan lain waktu ini kita dapat menunda apa yang dapat dilakukan saat itu juga. Jika baru menyadari bahwa ada sesuatu yang mesti dilakukan, tidak ada kata terlambat... selama itu baik untuk kita.
Lakukanlah segalanya seakan itu adalah yang terakhir.

Selasa, 02 Februari 2016

Topeng

Saudaraku terkasih...
Menurut kalian, apakah setiap orang memiliki topeng? Entah topeng apa itu dan ada banyak jenisnya. Semakin berjuta topengnya, semakin berjuta maknanya. Topeng ini bagi banyak orang memiliki arti yang ambigu bila kita mempunyainya. Orang mengatakan, seseorang yang tegar, yang kuat adalah tetap melukiskan senyuman walau dalam kepedihan. Menunjukan kepada orang-orang "aku baik-baik saja". Sebuah topeng kebaikan untuk tidak membuat orang lain mengkhawatirkan kita. Tetapi bukankah kita harus tetap berbagi dalam suka maupun duka? Bukan itu konteksnya. Alangkah baiknya jika kemuraman itu tidak untuk semua orang di sekeliling kita, terlebih bila kita sungguh masih mampu menanggungnya dan ada Tuhan yang selalu bersama kita. Yang benar saja, itu hanya salah satu contoh dari banyak contoh. Ada yang namanya topeng bahagia, topeng ketenangan, dan topeng ketegaran di balik semua keremukan yang ada.
Saudaraku terkasih...
Topeng itu... janganlah sebuah kemunafikan seperti jarum-jarum berbungkus sutera - Topeng kehitaman hati.












Senin, 01 Februari 2016

Keputusan

Saudaraku terkasih...
Berapa keputusan yang telah anda ambil? Apakah semua keputusan itu benar-benar matang ketika anda mengambilnya?
Kita sudah punya tapakan kaki di jalan yang telah kita lalui, kita tidak bisa memastikan jika hanya kita yang berjalan melewati jalan itu. Jadi, jangan memastikan juga bahwa tapakanmu akan tetap ada di sana dengan bentuk jalan yang sama. Mungkin ada orang yang juga hanya menyimpang atau menyeberang saja, setidaknya orang itu pernah sedikit mengalami apa yang anda alami. Sebab itu, tanamkan pada diri kita, sekalinya kita melalui sebuah jalan petiklah apa yang dapat dipetik untuk dipelajari sebagai nilai kehidupan. Sadarlah bahwa perubahan itu harus ada, jangan berfikir pula ketika nanti anda menoleh ke belakang anda akan menelusuri ulang jalan itu. Kembali kedua kalinya hanya akan membuang waktumu. Setiap keputusan pasti ada konsekuensi yang harus ditanggung. Dalam mengambil keputusan, kita harus mengambil sepenuhnya. Pikirkanlah dengan sangat matang sebelum mengambil keputusan, tetapi tidak juga terlalu berlarut-larut. Setiap keputusan, harus ada komitmen di dalamnya.